Jumat, 10 Januari 2020

Ketahui Cara Mengatasi Penyakit Glosoptosis

  fagundes       Jumat, 10 Januari 2020

Anak  bayi sering rewel saat diberikan ASI? Atau malah menolak saat kamu memberikan makan? Atau kamu memperhatikan bayi hanya membiarkan asi dimulu dan tidak menelannya malah keluar lagi dimulutnya?  Itu bisa jadi anak kamu tidak dapat menelan makanan. Masalah jangan dianggap sepele. Anak bayi yang tidak dapat menelean mungkin disebabkan karena bentuk rahang bawah yang tidak normal. Lalu bagaimana cara mengatasinya?

Ketahui Cara Mengatasi Penyakit Glosoptosis

Dalam dunia medis kelainan ini disebut dengan glossoptosis. Menurut allodokter.com glosoptosis adalah kelainan yang di derita bayi yang muncul saat masih di dalam kandungan. Kondisi ini ditandai dengan bentuk rahang bawah yang menjorok kebagian dalam sementara rahang atas tumbuh dengan normal dan terdapat rongga pada mulut berbentuk huruf U.

Secara fisik dapat dilihat dengan memperhatikan bentuk dagu yang kecil. Apalagi jika diperhatikan dari samping. Bentuk dagu bayi yang menderita glosoptosis akan terlihat lebih kebelakang daripada mulut. Tubuh bayi yang menderita kelainan glisoptosis akan mengalami gangguan pada pertumbuhan tubuhnya. Bayi juga dapat menderita penyakit mata seperti rabun jauh, tabun dekat, silindris, dan bentuk tulang belakang menyerupai huruf S atau disebut dengan skoliosis.

Para ibu tidak perlu sedih. Keadaan ini bisa diatasi dengan jalan medis dan bantuan alat. Periksalah ke dokter apabila kamu curiga terdapat tanda-tanda anak mengidap kelainan glosoptosis. Dokter akan memeriksa fisik dan bagian dalam mulut untuk mengetahui penyebab anak tidak dapat menelan setelah itu baru dilakukan tindakan medis. Bantaun alat medis dapat diberikan kepada orang tua seperti botol minum dan dot yang telah dimodifikasi untuk membantu bayi menelan makanan dengan mudah. Tindakan pembedahan juga dapat dilakukan apabila kelainan rahang sangat mengganggu. Pembedahan dapat dilakukan apabila anak telah berumur 12-18 bulan.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh orang tua yang mempunyai anak yang mengidap penyakit  glososptosis yaitu usahakan anak selalu dalam posisi miring atau telungkup. Hindarkan bayi dalam posisi telentang karena akan menyebabkan lidah jatuh ke dalam dan menghalangi jalannya nafas. Terutama saat di malam hari, selalu perhatikan anak ketika dia tidur. Pastikan posisinya tidak terlentang. Untuk memberikan ASI, posisikan anak dalam keadaan tegak. Ini akan membantu bayi mudah untuk menelan ASI.

Untuk tindakan pencegahan dokter belum menemukan tindakan apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi penyakit glosoptosis. Bersamaan dengan penyebab yang belum diketahui secara pasti, namun diduga ada hubungannya dengan gen yang diurunkan oleh kedua orang tua. Pressreader.com juga menyebutkan jika kuantitas air ketuban yang rendah juga mempengaruhi perkembangan tubuh bayi.

Kondisi bayi dan ibu saat masa kehamilan memang sangat penting. Masa kehamilan menjadi pada bayi untuk dapat lahir dengan keadaan normal dan dengan kondisi yang sehat. Untuk itu bagi para calon ibu penting untuk menjaga kesehatan dimasa kehamilan. Dari pada mencari cara mengatasi penyakit glosoptosis saat telah terjadi lebih baik mencegah. Nafsu makan yang kurang, seering mual atau muntah, atau banyak makanan yang tiba-tiba tidak disukai bukan menjadi alasan untuk bermalas-malasan dan mengabaikan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Gejala-gejala yang muncul saat kehamilan sangat wajar terjadi, namun kondisi tesebut jangan diterima seutuhnya, jangan langsung pasrah dengan keadaan. Tubuh walaupun tidak bergerak tetap butuh makan dan minum apalagi ada dua orang yang harus diberi nutrisi dalam satu waktu. Ibu harus memperhatikan makanan yang dikonsumsi, makan makanan yang sehat dan bergizi, olaharga teratur, menjaga badan tetap sehat dan bugar serta pikiran dan emosional yang sehat karena jiwa yang sehat akan memberikan efek positif pada tubuh.
logoblog

Thanks for reading Ketahui Cara Mengatasi Penyakit Glosoptosis

Newest
You are reading the newest post